Senin, 21 Mei 2012

Manajemen memory sistem operasi


Memori adalah pusat dari operasi pada sistem komputer modern, berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi yang harus diatur dan dijaga sebaik-baiknya. Memori adalah array besar dari word atau byte, yang disebut alamat. CPU mengambil instruksi dari memory berdasarkan nilai dari program counter.
Sedangkan manajemen memori adalah suatu kegiatan untuk mengelola memori komputer. Proses ini menyediakan cara mengalokasikan memori untuk proses atas permintaan mereka, membebaskan untuk digunakan kembali ketika tidak lagi diperlukan serta menjaga alokasi ruang memori bagi proses. Pengelolaan memori utama sangat penting untuk sistem komputer, penting untuk memproses dan fasilitas masukan/keluaran secara efisien, sehingga memori dapat menampung sebanyak mungkin proses dan sebagai upaya agar pemogram atau proses tidak dibatasi kapasitas memori fisik di sistem komputer.
a.   Jenis Memori
1.   Memori Kerja
·         ROM/PROM/EPROM/EEPROM
·         RAM
·         Cache memory
2.  Memori Dukung
·         Floppy
·         Harddisk
·         CD
b.   Fungsi manajemen memori :
Manajemen memori merupakan salah satu bagian terpenting dalam sistem operasi. Memori perlu dikelola sebaik-baiknya agar :
1.   Utilitas CPU meningkat.
2.  Data dan instruksi dapat diakses dengan cepat oleh CPU.
3.  Tercapai efisiensi dalam pemakaian memori yang terbatas.
4.  Transfer data dari/ke memori utama ke/dari CPU dapat lebih efisien.
5.  Mengelola informasi yang dipakai dan tidak dipakai.
6.  Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan.
7.  Mendealokasikan memori dari proses telah selesai.
            8. Mengelola swapping atau paging antara memori utama dan disk.

       ^^Manajemen memory :
1.    Manajemen Memory Partisi Statis
Untuk melakukan tugas multiprogramming pada sistem komputer maka setiap program yang sedang dijalankan harus di muat ke dalam memory, tetapi antara program yang satu satu dengan yang lain tidak boleh saling mempengaruhi. Untuk menjaga setiap  program yang sedang berjalan tidak saling mempengaruhi maka masing-masing program akan di tempatkan pada partisi yang berbeda di dalam memory. Ada berbagai cara mempartisi memory tetapi yang paling mudah dan efisien adalah membuat partisi berbeda mulai dari  ukuran kecil sampai ukuran besar. Program yang akan di jalankan akan  di tempatkan pada partisi paling kecil yang dapat menampungnya. Program yang akan dijalankan dimasukkan ke memory dengan cara antrian sehingga menempati satu partisi yang mungkin belum cocok. Karena program kecil dapat saja menempati partisi besar sehingga banyak memory yang tidak terpakai di dalam partisinya. Atau program besar tidak dapat di muat karena partisi yang  tersisa terlalu kecil untuknya.  Untuk mengatasi hal itu maka program kecil yang yangb telah menempati partisi besar akan di swap ke partisi yang lebih kecil, sehingga partisi yang besar itu dapat di pakai untuk program yang lebih besar. Walaupun sudah diusahakan penempatan program pada partisi yang paling efisien masih saja terdapat bolong-bolong memory yang tidak termamfaatkan, yang disebut dengan fragmentasi. Bila ada bolong memory di dalam partisi yang tidak habis terpakai oleh program pada partsisi itu maka dikatakan fragmentasi internal  . Tetapi bila bolong memory itu berupa satu partisi yang karena ukurannya lebih kecil dari program yang kan menempatinya, sehingga partisi itu tidak bisa di muati program maka disebut  Fragmentasi Eksternal. Untuk mencegah terjadinya fragmentasi eksternal maka dapat dilakukan dengan swap.

2.   Manejemen memory Partisi Dinamis
Untuk mengurangi fragmentasi dalam memory maka dilakukan partisi dinamis, dimana setiap program yang akan dimasukkan ke mamory akan dibuatkan partisi yang sesuai dengannya. Begitu juga apabila ada program yang tidak berguna akan diluarkan dari memory dn memory yang ditinggal akan digabungkan dengan memory kosong lainnya. Begitu seterusya sehingga tidak ada bagian memory yang kosong yang tidak dapat digunakan. Proses penggabungan memory yang tidak terpakai karena programnya sudah selesai bekerja, sehingga mendapatkan memory bebas lebih besar dinamakan pemadatan memory (memory compaction).

3.   Manajemen Memory Sistem Paging 
    Walaupun sistem partisi dinamis sudah dapat menyelesaikan masalah menjemen memory banyak hal tetapi masih mempunyai keterbatasan acses sebatas address memory yang ada secara phisik. Kalau kita punya memory 32 MB maka address maksimum yang dapat di akses sebesar 32 MB itu saja. Agar kemampuan akses ke memory lebih luas maka dibentuklah memory maya (virtual memory).  Dengan memory maya program yang besar akan dapat di terapkan dalam memory kecil saja. Misalnya program 200 MB akan dapat di tempatkan secara maya di memory 20 MB. Untuk mengimplemetasikan address maya yang besar itu ke dalam memory yang kecil itu diperlukan : indexs register, base register, segmen register dan MMU (memory manajemen unit).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar